Cuma Tau Zona Nyaman? Nih, 3 Lagu Lain Fourtwnty yang Gak Kalah Nyaman! Auto Indie!


Jika kalian adalah anak yang suka menyeruput kopi di kala senja, maka belum afdol rasanya jika kalian belum mengenal band indie bernama Fourtwnty. Dan jika kalian telah mengenal Fourtwnty, masih belum afdol juga rasanya kalau kalian hanya mengenal lagu mereka yang berjudul Zona Nyaman. Ya, Zona Nyaman memang menjadi salah satu lagu Fourtwnty paling populer, terlebih setelah hadirnya film Filosofi Kopi 2. 

Kenyataannya, Fourtwnty memiliki banyak lagu yang tak kalah enak untuk didengar dan dikenal. Tapi kebanyakan orang mungkin hanya mengetahui lagu Zona Nyaman. Ngapain sih, sembilu yang lalu sembilu yang lalu melulu?! Asik sih lagunya, tapi masih banyak yang gak kalah asik, kok. Dengan lantunan yang nyentrik dan melod yang unik, beberapa lagu Fourtwnty berikut mungkin bisa dibilang tidak kalah dari lagu Zona Nyaman (auto Indie): 


1. Fana Merah Jambu, untuk Kamu yang Hanya Bisa Berangan Tanpa Bisa Mengungkapkan

Dengan melodi yang tidak semellow beberapa lagu yang lain, Fana Merah Jambu hadir untuk mengajak kita berdansa di sore hari dan berangan bagaimana jadinya jika jiwa kita dan dirinya sealam. Mungkin, ketika kita membayangkan banyak hal tentang dirinya di sore hari yang sendu, rasanya tidak akan pernah cukup waktu. Karena sore kita, akan selalu nyaman dengan dirinya. 
     
                

2. Aku Tenang, untuk Kamu yang Ngerasa Indie Abis!

Berlari-lari, di taman mimpiku.. 
Imajinasi, telah menghanyutkanku mimpiku sempurna..
Tak seperti orang biasa... Aku.... berbeda.. 

Aku Tenang menjadi sangat simbolis bagi mereka yang indie, yang merasa diri mereka berbeda dari orang-orang di sekitar mereka. Lirik lagu ini seakan-akan menjadi sugesti untuk orang-orang indie kalau menjadi berbeda itu pilihan. Berada di dunia yang kita pilih dan menjadi berbeda bukanlah sesuatu yang salah. 

                       

3. Hitam Putih, untuk Kamu yang Belum Bisa Melepaskan

Belajar melepaskan dirinya.. 
Walau setengahku bersamanya.. 
Ku yakin kita kan terbiasa... Walau inti jiwa tak terima...

Kadang, kita harus bisa rela dalam melepaskan sesuatu. Kala perbedaan menjadi awal dari perpisahan, semuanya pasti akan menjadi sulit. Namun mengeluh bukan pilihan, karena untuk melangkah yang harus kita lakukan adalah belajar melepaskan.