Di Indonesia, pendaikan gunung seringkali menyisahkan kisah yang menarik dan mencekam untuk diceritakan. Menjadi menarik bagaimana kisah-kisah para pendaki selalu memiliki dinamika perjuangannya sendiri, serta menjadi mencekam bagaimana bumbu mistis seringkali menjadi selimut bagi kisah-kisah tersebut. Beberapa cerita populer datang dari gunung Lawu, Merbabu, Arjuno, dan tentunya salah satu gunung berapi yang paling populer di Indonesia dan di tanah Jawa: Gunung Merapi.

Kisah Tanah Jawa: Merapi (2019) merupakan sebuah film series tentang eksplorasi gunung Merapi oleh 2 orang pria yang mencari kawannya yang hilang selama 2 bulan. Film ini dapat ditonton di Iflix dengan total 6 episodenya. Cerita dari film horror seri ini memberikan sensasi seru diawal, dan agak 'melelahkan' dipertengahan sampai menuju akhir.


Sinopsis Kisah Tanah Jawa: Merapi (2019)

Andi (Deva Mahenra) dan Babon (Joshua Suherman) memiliki misi untuk menemukan Rio, teman mereka yang telah menghilang selama 2 bulan saat mendaki Gunung Merapi. Ketika tekad mereka telah bulat, dilema kemudian hadir ketika kondisi Gunung rupanya sedang tidak kondusif dan membuat mereka harus menerobos pendakian secara ilegal dari hutan terlarang dengan bantuan seorang guide misterius serta ditemani sepasang suami istri Nadia (Laura Basuki) dan Dika (Wafda Saifan), juga vlogger gila konten bernama Citra (Laura Theux). Mereka kemudian mengalami banyak sekali rintangan dan pengalaman mistis saat berusaha menaklukkan Merapi. 



Review Kisah Tanah Jawa: Merapi (2019)

Ada rasa serunya, ada juga rasa semacam 'capek' ketika menonton Kisah Tanah Jawa: Merapi (2019) yang merupakan seri horror orisinil dari Iflix ini. Dibuat seru, karena Kisah Tanah Jawa: Merapi memancing situasi suspense dengan cukup cerdik melalui misteri hilangnya karakter Rio yang kemudian berusaha dipecahkan oleh karakter Andi dan Babon melalui gaya ala-ala 'dokumenter' gaul. Dan dibuat melelahkan, karena banyak repetisi serupa dari adegan-adegan mencekam yang cukup membuat kita berkata dalam hati 'yaelah gitu lagi, gitu lagi'Terutama, jika kita menonton keseluruhan 6 episodenya dalam satu hari.


Secara cerita, serial horror ini berusaha menawarkan sebuah kisah yang sangat relevan dengan pengalaman mistis para pendaki. Mulai dari gangguan-gangguan selama pendakian, sampai hilangnya pendaki. Menariknya, konsep 'dokumenter' yang diusung memberikan kedekatan tersendiri bagi para penonton dengan karakter-karakter  yang ada di film ini. Seperti halnya narasumber yang menceritakan keluh kesah permasalahannya selama pendakian, serial ini berusaha menyentuh detail relevansi dengan menawarkan gaya dokumenter agar memiliki kesan seakan karakter-karakter yang ada sedang 'curhat' di depan layar. 

Jika serial ini tidak menggunakan gaya dokumenter, mungkin cerita dan alur yang ada akan menjadi membosankan dan berlebihan. Ya, gaya dokumenter menjadi salah satu penolong bagi serial ini. Secara visualisasi, warna dan gaya dari serial ini dirasa cukup pas untuk menghadirkan kesan mencekam pendakian dan eksplorasi gunung. Cerita yang agak 'melelahkan' bagi orang yang menonton seluruh epuside dari menjadi salah satu nilai minus bagi Kisah Tanah Jawa: Merapi (2019). Di episode tertentu, karakter A hilang, lalu ketemu, lalu B dan C hilang, lalu di episode selanjutnya ketemu. Di episode lainnya, karakter B cidera, lalu sembuh, lalu di episodenya cidera baru lagi. Mungkin gangguan mistis berupa hilang dan cidera memang sangat relevan dengan pendakian gunung, namun terlepas dari itu semua, drama hilang dan cidera menjadi sesuatu yang melelahkan bagi penonton yang menonton keseluruhan serial ini dalam satu hari. 

Secara keseluruhan, Kisah Tanah Jawa: Merapi (2019) berhasil memberikan sensasi suspense bagi penonton di episode-episode awalnya dengan relevansi kisah pendakian yang akurat melalui gaya dokumenter, namun gagal memberikan retensi di pertengahan menuju akhir karena sensasi supsense yang dihadirkan diawal perlahan agak terpuntir menjadi uapan kantuk di episode-episode akhirnya.