Ngopi itu bukan melulu tentang rasa, tapi juga tentang nilai historis dari kedainya. Kadang, nilai historis dari sebuah kedai kopi dapat menjadi nilai jual tersendiri, bahkan nilai jual tersebut mampu melampaui rasa kopi yang ada di kedai tersebut. Seperti Kopi Es Tak Kie, kedai kopi legenda yang sudah berdiri semenjak 1927 di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Masuk sedikit ke gang Gloria di Glodok, kita akan mendapati Kopi Es Tak Kie berdiri di sebelah kanan jalan. 

Menurut sejarah, kedai Kopi ini didirikan oleh Liong Kwie Tjong pada tahun 1927. Tak Kie sendiri memiliki arti sebagai 'orang yang bijaksana'. Jadi, katakan saja, Kopi Es Tak Kie berarti kopi es orang yang bijaksana. Ada banyak hal menarik dari Kopi Es Tak Kie. Mngkin, pada perkembangan dunia modern, Kopi Es Tak Kie dapat diklasifikasikan sebagai anomali bagi industri kedai kopi modern.


Menu Kopinya Cuma 2 Bosque: Phait, atau Manis?

Apa yang biasanya anda pesan di kedai kopi? Latte? Frappucino (halah, ini mah bukan kopi)? Cappuccino? Sayangnya, semua menu itu tidak ada di Kopi Es Tak Kie. Untuk menu kopi, hanya ada 2 yang tersedia di kedai ini: kopi hitam, atau es kopi susu? Meskipin hanya memiliki 2 menu kopi, namun kedai kopi yang buka dari jam 6.30 - 12.30 disaat weekend ini senantiasa ramai dipadati pengunjung. Adapun menu lain yang tersedia seperti nasi campur, sampai bakmie.


Saya memesan seporsi nasi campur dan kedua menu kopi tersebut untuk menjustifikasi apa yang membuat Kopi Es Tak Kie begitu diminati. Jujur, kopi yang ditawarkan tidak begitu memiliki keistimewaan lebih bagi saya. Secangkir es kopi yang terasa seperti es kopi pada umumnya dan sebuah kopi pahit panas yang sama seperti kopi pahit panas yang saya konsumsi setiap pagi di rumah bari berbagai macam bubuk (sidikalang, Banyuatis, Toraja, Flores). Namun saya berusaha mengasosiasikannya dengan sejarah dari Kopi Es Tak Kie, mungkin rasa kopi seperti ini adalah sesuatu yang unik pada tahun 1927 atau sebelum kedai kopi mulai menjamur di Jakarta.


Nilai Historis dan Sebuah Anomali

Terlepas dari rasa kopi yang ditawarkan, kedai Kopi Es Tak Kie memberikan kesan yang sangat menarik bagi saya melalui fakta historisnya sebagai kedai kopi legenda yang sudah berdiri sejak 1927. Suasananya yang dijaga untuk tetap original: terletak di gang Gloria, tanpa AC ataupun Wifi merupakan nilai jual dan keunggulan utama bagi saya. Jarang dan sangat eksklusif tentunya untuk mendapai kedai kopi yang masih authentic di Jakarta. Kopi Es Tak Kie adalah salah satu legenda yang masih terjaga keasliannya. 


Di tengah pesatnya pertumbuhan startup industri kopi seperti Kopi Kenangan, Fore, Janji Jiwa, dan lain sebagainya, Kopi Es Tak Kie menawarkan sebuah rasa anomali bagi industri-industri kopi modern. Dengan menu kopi yang bahkan hanya 2, dan jam operasional yang dibatasi, Kopi Es Tak Kie tetap tidak kehilangan pengunjungnya sama sekali. Dalam hal ini, dapat saya simpulkan bahwa Kopi Es Tak Kie adalah tempat yang tepat untuk merasakan sebuah kedai kopi authentic di Jakarta, yang seiring berkembangnya zaman semakin jarang bisa kita temui.