[Review Tempat Magang] Pengalaman Magang di Tokopedia: Proses Interview & Internship


Hujan di awal Januari 2019 menjadi pengiring langkah saya untuk pertama kalinya ke tempat ini. Disinilah sekarang saya berada. Lantai 53, lantai tertinggi di Tokopedia Tower. Menanti interview. Nah, kayaknya itu dia, ibu HRD yang kemarin ngirim interview invitation via email untuk intern di posisi Business Development. Jaim dulu ah. 


"Halo, dengan xxxxxx ya?"

"Iya bu"
"Yuk kita mulai interviewnya, coba kamu perkenalkan diri kamu terlebih dahulu"
"Baik, nama saya.... saya adalah mahasiswa semester 6 di jurusan Hubungan Internasional...."


Sebagai marketplace terbesar di Indonesia yang memfokuskan lini bisnisnya di Indonesia saja, Tokopedia telah menawarkan wajah baru ekonomi digital tanah air. Banyak sekali implikasi sosial yang sudah diberikan Tokopedia per tahun ini: memberdayakan lebih dari 6 juta penjual, penentrasi sampai dengan 97% kecamatan di Indonesia, hingga menggerakan lebih dari 1% ekonomi Indonesia dalam konteks GDP. 

Tokopedia sebagai korporat teknologi agaknya menawarkan beraneka hal menarik seperti budaya kerja, fasilitas, dan tentu pengalaman. Tidak hanya bagi Nakama (karyawan tetap), namun juga bagi anak magang. Hal ini kemudian membuat banyak sekali mahasiswa/i yang berminat untuk melabuhkan CV-nya di Tokopedia dengan harapan untuk dapat magang dan belajar banyak hal. Dari prespektif mahasiswa yang pernah merasakan magang selama setengah tahun penuh di Tokopedia, berikut saya elaborasikan beberapa hal tentang proses dan pengalaman magang di Tokopedia:

(*note: experience yang dirasakan setiap orang tentu akan berbeda-beda, tergantung dari di divisi apa dia berada dan tergantung hoki masing-masing.)

Interview Invitationnya Itu Cepet, Kok

Banyak sekali orang yang mengeluh kenapa tidak dipanggil untuk interview padahal sudah apply CV untuk waktu yang cukup lama. Mau sepositive apapun, jawaban sesungguhnya sederhana dan kejam, sesederhana CV tidak menarik untuk dilanjutkan ke proses interview. Saat apply di Januari 2018 lalu, saya menerima email interview invitation satu hari setelah saya melakukan apply. Hari rabu siang saya apply, kamis pagi mendapat interview invitation di hari senin. Pada praktiknya, untuk posisi intern, kita dapat menggeneralisasikan waktu 1-2 minggu bagi startup atau perusahaan teknologi untuk mengirim interview invitation. Biasanya lebih dari itu, kemungkinannya adalah cv kita telah gugur. Jadi, tunggulah di range waktu 1-2 minggu, lebih dari itu jika belum juga ada panggilan ada baiknya bagi kita untuk move on. 

Walaupun, ada sedikit sekali kasus dimana pelamar diberi kabar setelah hampir sebulan apply. Sebagai orang yang pernah merasakan dinamika "apply and waiting", saya mengerti bahwa ada prespektif tersendiri yang muncul ketika perusahaan yang kita inginkan tidak memberi kabar sama sekali sementara kita sudah merasa apa yang kita miliki di CV cukup layak untuk membuat kita dipanggil interview. Ada prespektif untuk memanggil sugesti positif seperti "Ah, mungkin CV gue kelewat kali jadi gue gak dipanggil" atau "Mungkin website applynya error jadi CV gue belum kekirim, coba kirim sekali lagi ah" dan lain sebagainya. Fun but ruthless fact, semua sugesti tersebut tidak lebih dari pelipur lara, hal yang sebenarnya terjadi adalah CV sudah dilihat namun tidak menarik.

Melakukan apply berkali-kali ke posisi yang sama hanya akan memperburuk situasi. Solusi yang bisa kita ambil adalah memperbaiki CV, entah dengan menambah experience terlebih dahulu, atau apapun itu. 

2 Tahap Interview: HRD & User

Ada 2 tahap interview untuk anak magang di Tokopedia. Seperti halnya perusahaan-perusahaan lain ada umumnya, sih. Interview pertama adalah interview dengan HRD, dimana interview ini akan menjadi parameter bagi HRD untuk menilai apakah kita cocok atau tidak dengan perusahaan terkait. Sementara interview kedua adalah dengan user (supervisor) dimana kita akan dinilai cocok atau tidak berada di divisi terkait. 

HRD lebih makro, user lebih mikro, seperti itu kurang lebih konteksnya. Segera setelah diinterview oleh HR, akan ada follow up lanjutan untuk jadwal interview dengan user jika HR merasa kita cocok untuk dilanjutkan. Dan sebaliknya, jika kita guru saat interview HR maka tidak akan ada interview lanjutan. User yang menginterview adalah orang akan akan membawahi kita secara langsung dalam proses magang. Pertanyaan tidak akan jauh-jauh dari kemampuan kita yang kemudian akan diinterpretasikan oleh user apakah kemampuan tersebut cocok dengan divisi terkait atau tidak.    

Porsi Magang yang Cukup Mengenyangkan

Hal paling menarik dari magang di Tokopedia adalah porsi anak magang yang terasa cukup mengenyangkan karena disini anak magang benar-benar belajar banyak sekali hal. Tidak melulu hal-hal yang berbau administratif tentunya, hal-hal dinamis seperti meeting, menciptakan sebuah ide untuk dieksekusi, dan turun ke lapangan menjadi santapan yang sangat mengenyangkan bagi anak magang. Namun sekali lagi, semua kembali ke divisi apa kita ditempatkan dan hoki masing-masing. Saya sendiri berada di induk divisi Business Development. Kebetulan seluruh senior dan leader sangat-sangat-sangat memberi pelajaran banyak dan mendukung anak magangnya untuk berproses.



Saat magang kemarin, saya melakukan job desc yang cukup luas seperti pembuatan dan eksekusi ide, membantu user saya untuk menjalankan campaign, sampai business trip ke beberapa kota untuk mendukung acara. Pengalaman tersebut membuka mata saya bahwa kesimpulan tentang "kalau mau belajar banyak, cari startup kecil, karena masih baru makanya masih bisa belajar buanyak" adalah kesimpulan yang tidak sepenuhnya benar. Kalau mau belajar banyak, carilah startup/perusahaan teknologi besar dan maganglah di divisi barunya, niscaya kita akan merasakan semacam inception yakni berada di "startup dalam startup".   

Magang Aja Dulu

Transformasi zaman telah mengubah ketertarikan generasi muda dalam berkarir. Hype yang dulunya ada pada perusahaan-perusahaan swasta non digital, kini perlahan berganti menjadi perusahaan-perusahaan digital. Budaya dan cara kerja Startup menjadi daya tarik yang tidak bisa dipungkiri selaras dengan selera anak muda. Tokopedia tidak hanya menjadi salah satu tempat yang paling diminati oleh anak muda untuk tempat berkarir, namun juga menjadi tempat yang tepat untuk belajar dan mengeksplor banyak tentang ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Jadi, magang aja dulu.


Post a Comment

0 Comments