Traveloka Xperience vs Klook: Duel Investasi Tencent vs Softbank dalam Industri Travel Experience?


Pada pertengahan 2019, Traveloka meluncurkan produk baru dengan tajuk Traveloka Xperience. Produk baru tersebut berfokus di industri rekreasi dan pengalaman saat traveling. Traveloka Xperience sejatinya tidak benar-benar baru, karena  merupakan rebranding dari fitur Aktifitas & Rekreasi yang dimiliki oleh Traveloka. Traveloka Xperience memiliki beberapa layanan seperti Atraksi, Tur, Spa & Kecantikan, Event, Bioskop, Makanan & Minuman, Olahraga, Kursus & Workshop, Transportasi, Pelengkap Travel, Taman Bermain, sampai Hiburan lainnya.

Sederhananya, industri Travel Experience yang digeluti oleh Traveloka Xperience adalah tentang bagaimana Traveloka mampu menyediakan berbagai macam layanan bagi traveler ketika mereka 'berada' di destinasi liburannya. Jika kita tilik lebih dalam mengenai konsep dan model bisnis Traveloka Xperience, maka kita dapat menyimpulkan jika O2O (Online to Offline). Bagaimana industri Offline difragmentasi dan dijadikan partner untuk mentransformasikan kunjungan dengan layanan online.

Menurut salah satu artikel yang dilansir TechinAsia, pasar travel Xperience adalah pasar senilai Rp. 2,1 kuadriliun. Ya, kuadriliun, banyak enolnya deh, pokoknya. Lalu yang menarik adalah, Apakah Traveloka Xperience merupakan pemain tunggal di pasar yang sebesar itu? 

Industri Travel Experience sejatinya bukanlah industri baru. Sebelumnya, startup daily deals seperti Fave atau Groupon tampak menunjukkan lini bisnis serupa. Namun Traveloka berbeda, sebagai OTA (Online Trave Agent) terbesar di Indonesia, Traveloka seharusnya mampu mengembangkan produk Xperience pada bisnis ini secara lebih stabli dan mapan. Terlebih, suntikan investasi dari investor kelas kakap seperti Tencent, Expedia, dan beberapa nama lainnya menjadi daya lebih bagi Traveloka untuk dapat menciptakan bisnis yang stabil.

Lalu, kembali ke pertanyaan awal, Apakah Traveloka Xperience memiliki lawan yang benar-benar sepadan? Untuk menjawab pertanyaan ini, mungkin kita harus menengok ke arah Klook, startup travel experience asal Hong Kong yang sudah menyandang status Unicorn dengan Softbank sebagai salah satu investornya. 

Klook: Lawan Teradil bagi Traveloka Xperience?



Klook adalah Startup Travel Xperience yang didirikan oleh Eric Gnock Fah pada tahun 2014. Klook dalam bisnisnya menawarkan hal yang berbeda dengan lini bisnis OTA, karena Klook tidak menjadikan platformnya sebagai media untuk booking Pesawat & Hotel namun berfokus di industri Travel Experience. Di Agustus 2018, Klook mencatatkan pendanaan seri D senilai US$ 200 Juta. Pendanaan seri D tersebut kemudian digunakan sebagai modal ekspansi ke beberapa benua. Investasi tersebut juga menjadi salah satu investasi yang membuat mereka memiliki valuasi senilai US$ 1 Miliar dan lebih sehingga mereka resmi menjadi unicorn.

Pada pertengahan 2019, Klook kembali mendapatkan putaran investasi senilai US$ 225 juta yang dipimpin oleh Softbank Vision Fund. Kedatangan Softbank tentu merupakan angin segar bagi Klook karena bagaimanapun Softbank adalah investor yang loyal. Dengan fakta pendanaan tersebut, kita tentu dapat menyimpulkan bahwa Klook adalah lawan paling adil bagi Traveloka Xperience. Bukan hanya dari segi terobosan bisnis mereka di industri Travel Xperience namun juga dari duel investor yang ada dibelakang mereka. Secara valuasi pun, duel keduanya merupakan duel Unicorn. 

Tencent vs Softbank: Duel Investasi, Lagi?

Softbank dan Tencent kembali memiliki duel investasi di industri Travel Xperience. Sebelumnya, Softbank merupakan investor dari Tokopedia dan Grab sementara Tencent merupakan investor dari SEA Group (Shopee) dan GOJEK. Kini, Tencent yang juga merupakan investor dari Traveloka kembali berhadapan dengan Softbank sebagai investor dari Klook. Pendanaan yang mereka gelontorkan tentu akan membantu bisnis dari perusahaan terkait untuk dapat bertumbuh. 

Duel antara kedua investor kelas kakap ini selalu menjadi hal yang menarik perhatian. Duel keduanya adalah sebuah ketegasan, tidak seperti Sequoia Capital, keduanya bukanlah Venture Capital murni. Terlepas dari head to head portfolio mereka, peranan Softbank sebagai investor Alibaba yang kemudian merupakan kompetitor utama Tencent di China menjadi peningkat tensi bagi keduanya. Kedepannya, mungkin keduanya akan memiliki lebih banyak head to head lagi dalam portfolio investasinya.

Post a Comment

0 Comments