Chasing The Dragon (2017): Tentang Dendam, Persaudaraan, dan Kepolisian yang Koruptif


Dari banyak film aksi/laga Hong Kong yang pernah saya tonton, Chasing The Dragon (2017) bisa jadi merupakan salah satu yang terbaik. Cerita yang begitu apik dengan label 'based on true event' menjadi daya jual tersendiri bagi film yang mngangkat tema besar konflik bisnis narkoba Hong Kong di era kolonialisme Inggris pada tahun 1960-an sampai 1970-an ini. Perseteruan antara Donnie Yan dengan Andy Lau sebagai 2 aktor utamanya tak pelak membuat film ini semakin menarik untuk disimak jalan ceritanya.

Bagaimana jika dunia dibagi menjadi hitam dan putih, dimana dunia putih dikuasai oleh polisi yang koruptif dan dunia hitam dikuasai oleh mafia atau gangster yang bekerjasama dengan polisi dalam menjalankan bisnis kotornya? Kestabilan bisnis kotor yang menghasilkan perputaran ekonomi yang masif tentu merupakan jawabannya. Chasing The Dragon (2017) akan berfokus kepada hitam putih dunia dalam konteks itu dan tentunya dengan bumbu konflik-konflik internal yang tak terelakkan. Disamping cerita dan aktor yang memerankan, hal menarik lainnya dari film ini adalah absennya Louis Koo sebagai aktor yang hampir 'selalu ada' di setiap film laga Hong Kong. Ya, walaupun pada Chasing The Dragon 2 (2019) kita akan disuguhkan oleh aksi Louis Koo lagi.


Sinopsis Chasing The Dragon (2017)

Crippled Ho adalah seorang imigran dari China daratan yang berlayar menuju Hong Kong bersama 3 sahabat dan saduara sekampungnya. Setelah sampai di Hong Kong, ia menjadi karakter yang menonjol karena kemampuan bertarung serta keberaniannya. Suatu hari ia bertemu Lui Lok, seorang sersan kepolisian yang kemudian banyak membantunya dari awal masa sulitnya. Dari pertemuan itu keduanya pun menjadi dekat dan Ho merasa punya banyak hutang budi yang harus dibalaskan ke Lui.

Setelah sekian lama menjadi rekan, Ho akhirnya merambah bisnis narkoba di Hong Kong. Dengan bantuan Lui dan juga kepolisian Inggris karena saat itu Hong Kong masih dalam era kolonialisme Inggris, keduanya menjadi besar dan kaya raya bersama. Hingga akhirnya terjadi konflik serius antara kepolisian Inggris dan Ho yang kemudian menciptakan dendam serta mulai terbentuknya Komisi Anti Korupsi Hong Kong yakni ICAC. Konflik tersebut kemudian menjadi sebuah titik balik yang memecah persaudaraan dan sistem koruptif kepolisian Hong Kong.

Review Chasing The Dragon (2017)

Terinspirasi dari kisah nyata Cripped Ho yang merupakan bandar narkotika terbesar yang juga merangkap sebagai Triad pada tahun 1960-1970, Chasing The Dragon sukses menyajikan sebuah perpaduan antara aksi dan cerita yang sangat menarik serta cukup dalam. 



Durasi 2 jam 8 menit pada film ini terasa cuku presisi dengan kisah dari awal film sampai dengan interval selanjutnya. Meskipun mengangkat kisah tentang dendam dan persaudaraan yang cukup dalam, Chasing The Dragon dikemas dengan tidak berlebihan seperti halnya film-film aksi laga China daratan lainnya. Ditambah lagi, durasi 2 jam lebih tersebut menjadi semakin worth karena Donnie Yan dan Andy Lau yang merupakan 2 aktor kawakan untuk industri perfilman Hong Kong, menjadi pemeran utamanya. 

Chasing The Dragon (2017) pada akhirnya merupakan sebuah paket rapih yang berisi cerita apik, bumbu based on true event, dan akting duo aktor jagoan yang tentunya begitu mumpuni dalam mendalami peran masing-masing. Banyak pelajaran tentang kehidupan yang bisa didapatkan dari film ini seperti persaduaraan, kesetiakawanan, dan bagaimana sistem korupsi di kubu kepolisian pada era kolonialisme berjalan.