Tidak banyak film dengan durasi diatas dua setengah jam yang terasa tetap menarik dari awal sampai akhir. Biasanya, permasalahan film berdurasi panjang adalah retensi dari pertengahan menuju akhir yang seringkali membuat penonton merasa bosan. Moss (2010) bisa jadi salah satu referensi yang tepat untuk merepresentasikan film berdurasi panjang dengan kisah yang 'menariknya' cukup stabil dari awal hingga akhir. Film bergenre Thriller/Mystery/Drama ini memiliki durasi 2 jam 47 menit dengan latar tempat utamanya di desa terpencil. Dalam konteks latar tempat dan visualisasi, ya, mungkin bisa dikatakan kalau film ini memiliki vibes film Bedevilled (2010). 

Hal yang membuat film ini terasa tetap menarik meskipun memiliki durasi hampir 3 jam adalah situasi mencekam yang diletakkan pada waktu yang tepat dengan porsi yang cukup adil. Sehingga, suasana suspense yang tercipta tidak hanya terkonsentrasi di awal ataupun ditengah saja, namun memiliki ritme yang stabil dari awal sampai dengan akhirnya. Duel pihak yang berusaha mengungkap misteri dengan pihak yang berusahan menutupi misteri membuat kisah dari film ini terasa mencekam dan tidak membosankan. 


Sinopsis MOSS/ IGGI (2010)

Di sebuah desa terpencil, Ryu Mok-hyeong adalah sosok yang paling dihormati. Ia merupakan ketua sekte agama, dan memiliki kemampuan berorasi serta sikap yang sangat bijaksana. Suatu malam, Mok-hyeong ditemukan sudah tak bernyawa di kediamannya. Putra Mok Hyeong, Ryu Hae-guk pun datang dari Seoul untuk memberikan penghormatan terakhir bagi ayahnya. Namun, ia mencium banyak hal ganjil dalam kematian ayahnya. Hae-guk mulai mencurigai sanga ketua desa dan beberapa rekan ketua desa yang sudah lanjut usia. Hae-guk pun mulai melakukan investigasinya sendiri untuk mengungkap fakta dibalik kematian misterius ayahnya. 



Review MOSS/ IGGI (2010)

Film ini menawarkan kisah thriller yang cukup menarik dan tidak biasa. Secara emosional, penonton akan dibawa untuk memihak karakter Ryu Hae-guk disini, yang secara independen melakukan investigasi dan berusaha menaklukkan pihak yang berusaha 'menyembunyikan' realita. 


Latar tempat berupa desa terpencil sangat mendukung atmosfer mencekam yang berusaha diciptakan oleh Kang Woo Suk selaku sutradara. Mungkin jika cerita dari film MOSS ini memiliki latar tempat lain selain desa, maka suasana mencekam yang berusaha dibangun tidak akan sebaik desa ataupun tempat terisolasi lainnya. Dengan latar desa yang dekat dengan pegunungan dan penuh rerumputan, film ini agak mengingatkan saya dengan film Thriller Korea Selatan keluaran tahun 2010 lainnya: Bedevilled

Sebelum diangkat menjadi film oleh Kang Woo Suk, cerita dari film ini sempat populer dari sebuah komik internet yang beredar di Korea tahun 2007. Disamping cerita yang menarik, visualisasi yang dihadirkan Moss juga terasa begitu pas: tidak kurang, dan tidak berlebihan. Akting dari para pemeran film juga terasa begitu cocok dan melekat untuk masing-masing karakter. Nilai plus lainnya hadir dengan plot twist yang disajikan diakhir dalam konteks 'Mastermind' dari semuanya. 

Film ini adalah film yang secara durasi mungkin akan membuat calon penontonnya merasa skeptis diawal, namun setelahnya membuat penonton tidak merasa rugi untuk menontonnya. Cerita Thriller dengan misteri berlapis namun tetap logis menjadi hal utama yang ditawarkan film ini.