Happy Old Year (2019), tentang Hidup Minimalis & Pelajaran untuk Merelakan


Gaya hidup Minimalisme bukan hanya tentang membuang yang tidak diperlukan dan menyimpan yang masih dibutuhkan, namun juga tentang merelakan apa yang ingin dibuang. Menjadi polemik kemudian ketika apa yang seharusnya dibuang bukanlah sesuatu yang bisa direlakan. Happy Old Year (2019) memberikan banyak pelajaran tentang minimalisme dan makna merelakan yang sangat aplikatif bagi kehidupan. Film ini adalah film yang serius, bahkan terlalu serius. Happy Old Year mungkin bisa diredefinisikan sebagai ketika ajaran Marie Kondo tentang minimalisme ditransformasikan menjadi ilmu untuk move on. 

Dibintangi oleh Chutimon Chuengcharoensukying yang merupakan aktris utama di film Bad Genius (2017) dan Sunny Suwanmethanon yang hadir di banyak film komedi Thailand, Happy Old Year menawarkan sebuah warna lain bagi film Thailand. Jangan mengharapkan komedi, film ini terlalu mendalam untuk bisa ditertawakan. Happy Old Year benar-benar bertolak belakang dari banyak film Sunny Suwanmethanon dimana pada film ini tidak ada kekonyolan maupun keabsurdan dari Sunny, melainkan sikap kedewasaan. 

Sinopsis Happy Old Year (2019)

Jean kembali ke Thailand setelah lama berada di Swedia. Di Thailand, Jean menerima sebuah pekerjaan yang cukup menantang dimana salah satu syarat dari pekerjaan itu adalah ia harus memiliki kantor sendiri. Sebagai wanita yang memiliki jiwa independen, Jean memutuskan untuk mengaplikasikan kehidupan minimalisme di rumahnya dengan maksud menjadikannya area kantor. Menjalani hidup minimalis bukanlah perkara mudah baginya, pertama ia harus berhadapan dengan penolakan dari keluarganya untuk merubah gaya hidup mereka ke gaya hidup minimalisme dan kedua ia harus merelakan banyak hal yang sulit direlakan untuk dibuang.

Suatu ketika, ketimbang membuang barang-barang, Jean berpikir untuk mengembalikan atau memberikan barang-barang penting kepada orang dekatnya. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah kamera dari Aim, mantan kekasihnya yang belum bisa dia lupakan. 

Review Happy Old Year (2019)

Dengan alur yang agak lambat dan cerita yang serius, Happy Old Year sejatinya bukanlah film yang mudah untuk diterima banyak orang. Hal menarik dari film ini adalah bagaimana korealasi hidup minimalisme bisa dikaitkan menjadi sangat relevan dengan pelajaran tentang merelakan berbagai macam aspek kehidupan.


Dimulai dari sebuah ideologi minimalise, berakhir pada elaborasi masa lalu. Dilema utama dari film ini adalah tentang move on. Menjadi menarik bagaimana 'barang yang ingin dibuang' dapat menjadi alat pancing untuk menghadirkan kembali berbagai macam kenangan di masa lalu. Ketika kita sudah dihadapkan pada situasi sulit untuk merelakan apa yang harus dibuang, situasi menjadi semakin sulit ketika apa yang sudah kita relakan untuk dibuang hadir kembali dan membuat kita goyah dan bertanya-tanya: apakah kita benar-benar rela untuk membuangnya? 

Film dengan durasi 1 jam 55 menit ini akan terasa sangat panjang, mengingat film ini dikemas dengan cerita yang begitu serius dan alur yang agak lamban.  Bagi beberapa orang, film ini akan terasa membosankan. Namun jika diresapi dengan seksama, sejatinya film ini menyimpan banyak sekali makna yang esensial tentang kehidupan minimalis dan pelajaran untuk merelakan.