Itaewon Class nampaknya telah menjadi Drama terlaris di awal tahun 2020. Menjadi salah satu series yang hadir di Netflix di akhir Januari 2020, Itaewon Class sukses meraih popularitas yang begitu tinggi. Bukan hanya pecinta drakor, orang-orang yang asing dengan drakor pun banyak yang menontonnya. Tidak menye-menye dan berisi banyak pelajaran bisnis mungkin menjadi faktor utama yang membuat Itaewon Class dapat diklasifikasikan sebagai drakor yang relevan untuk ditonton masyarakat luas.

Meskipun, secara jujur perlu saya akui ada beberapa aspek yang membuat Drama ini terkesan blunder dan mempengaruhi kualitas cerita. Entah adegan culik-culikan, sampai adegan-adegan kebetulan yang kalau dipikir-pikir agak maksa ya. Ehem, ternyata si Toni itu cucu dari... ah, sudahlah. 

Namun, dari keseluruhan 16 episode, kita bisa merangkum 5 pelajaran menarik yang dialami Park Saeroyi cs. Bukan hanya sekedar pelajaran dari sebuah drama yang fiktif, namun pelajaran-pelajaran berikut ini mingkin memiliki relevansi yang cukup tinggi untuk bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Mulai dari personaliti sampai decision making, simak, 5 hal menarik yang bisa kamu pelajari dari Drama Itaewon Class:


1. Bahwa Terkadang, Intervensi itu Bisa Memberikan Dampak Positif


Jang Geun Won Jamet Kuproy

Intervensi sering kali dikonotasikan sebagai hal negatif. Entah dalam konteks politik ataupun kehidupan individu, mencampuri urusan orang atau entitas lain adalah sebuah perbuatan yang sering menuai kontroversi. Di satu sisi, pihak yang merasa dicampuri urusannya akan merasa jengkel, di sisi lain bila tidak dicampuri urusannya akan melahirkan unek-unek. 

Sebagai karakter utama, Park Sae Royi dalam Itaewon Class memberikan sebuah pelajaran tentang ada kalanya intervensi bisa memberikan dampak positif untuk orang lain. Bukan hanyal dalam jangka pendek, namun juga jangka panjang. Bukan hanya tentang bersikap sok baik, namun juga tentang potensi terjadinya hubungan timbal balik. 

2. Belajar Kiat-kiat Membangun Bisnis Restoran


Sini, sama om Jang

Hal paling menarik dari Itaewon Class adalah ilmu tentang bisnis yang banyak disisipkan di episode-episodenya. Mulai dari awal merintis, cara menaklukkan pelanggan, biaya sewa, ekspansi dalam bentuk franchise, sampai permainan saham sebagai strategi disajikan dalam Drama ini. Pada Drama ini, kita akan melihat persaingan sengit Kedai Jangga yang dibuat oleh Pesdir Jang melawan Kedai DanBam yang dibuat Park Saeroyi. 

Setelah saya pikir-pikir, akan ada lebih banyak pelajaran bisnis jika Itaewon Class berlokasi di Jakarta. Jika beroperasi di Jakarta, Kedai Jangga dan Kedai DanBam mungkin akan menggunakan strategi bisnis lainnya yaitu memanfaatkan ojol sebagai key partner. Kita akan disuguhi bagaimana Presdir Jang dan Park Saeroyi bermitra dengan Grab/Gojek, lalu kedai Jangga dan DanBam dipenuhi oleh antiran GrabFood/GoFood. 

3. Menyadari Betapa Powerful-nya Praktik Kaptialisme 


Nggak mau salaman karena lagi Social Distancing

Bukan bermaksud menjadi Karl Marx, namun kita dapat mempelajari betapa 'mesra'nya kapitalisme dengan kekuasaan. Ketika kita memiliki banyak uang, maka kita memiliki power/kekuasaan untuk mempengaruhi hukum dan regulasi. Atau sederhanya, kita dapat mengendalikan orang lain dengan uang. Itaewon Class melalui karakter Presdir Jang dan Jang Geun Won mengajarkan kepada kita sebagai penonton betapa kekayaan adalah sumber dari kekuasaan yang bisa membuat seseorang menjadi semena-mena. 

4. Kita Butuh Prinsip untuk Bisa Gigih terhadap Sesuatu


yaelah Milea boncengan sama cowok lain

Park Saeroyi lagi-lagi memberikan sebuah pelajaran inspirasional. Sedari episode awal, kita akan diberikan sebuah insight mengenai pentingnya prinsip dalam menjalani hidup. Dengan adanya prinsip, kita dapat mempertahankan kegigihan untuk mencapai mimpi dan tujuan yang kita inginkan. Meskipun memiliki mimpi yang kemudian malah dipandang remeh oleh orang lain, kita dapat mewujudkan mimpi tersebut jika gigih dan tetap berpegang pada prinsip.

5. Terakhir, Sadarlah Bahwa Politik Itu Ada di Segala Aspek Kehidupan



Secara umum, Itaewon Class menyuguhkan banyak unsur politik dalam setiap cerita dan episodenya. Perseteruan antara Park Saeroyi dan Presdir Jang adalah sebuah duel strategi. Ada kalanya integritas melawan kelicikan, ada kalanya kelicikan melawan kelicikan. Banyak cara licik Direktur Jang yang dilegalkan untuk mencapai sebuah tujuan, dan dari sini kita dapat mempelajari bagaimana kekuasaan itu adalah tentang berpolitik terhadap pihak lain untuk menjatuhkan lawan. Kita juga dapat mempelajari bagaimana Park Saeroyi berpolitik dengan bermitra bersama Direktur Kang untuk menciptakan semacam Balance of Power dalam melawa Presdir Jang. Sadar atau tidak, ada banyak sekali politik dalam drama ini.