Reset/开端 (2022) adalah drama Sci-fi Mystery China terbaik yang bisa saya temukan sejauh ini. Percayalah, drama ini akan menjadi besar dan sangat populer di luar China suatu hari nanti. Tinggal tunggu waktu, kualitas nggak akan bohong. Camkan itu anak muda.

Cerita yang unik, investigasi seru yang membuat penonton bergidik, visualisasi yang asik, dan alur yang terstruktur rapi dan ciamik adalah beberapa alasan kenapa Reset seharusnya dinobatkan sebagai drama dengan genre Sci-fi Mystery China terbaik, setidaknya sampai dengan hari ini.

Ketika berbicara soal genre "Sci-fi" untuk dunia perfilman atau series China, probabilitas yang ada adalah kita akan menukan cerita yang "aneh" ataupun "maksa". Nothing to hide, Sci-fi China memang biasa aneh-aneh dan dicampur cerita yang maksa. Ambil contoh drama Wisher (2021) yang merupakan produksi Light On Series. Drama yang mengambik tema Scifi dengan campuran intervensi teknologi itu anehnya kacau. Cerita maksa, alur gak jelas, amburadul lah pokoknya. Alhasil saya hanya sanggup menonton sekitar 3 dari 12 episode Wisher dan menyimpulkan kalau Wisher adalah one of worst dramas yang pernah saya tonton.  

Sebagai penggemar Light On Series yang telah menanti beberapa drama-drama Thriller-Mystery terbarunya di tahun 2021 kemarin, perlu saya akui drama Light On Series di 2021 kemarin itu mengecewakan semua. Paling mending itu The Pavilion, selebihnya standar dan dibawah rata-rata. 

Saya pun cukup terkejut bisa menemukan drama Sci-fi Mystery yang memiliki cerita dan bagus serta elemen-elemen lain yang nggak kalah keren. Analoginya, menemukan Reset seperti menemukan berlian diantara batu kali. Untuk ukuran drama yang cukup populer di China namun belum terlalu populer di luar China, percayalah drama ini sangat berpotensi untuk mendapatkan popularitas yang sangat tinggi terutama jika platform streaming seperti Netflix mulai melirik.

 

Sinopsis Reset (2022)

Seperti hari-hari biasanya, seorang mahasiswi muda bernama Li Shi Qing,  menaiki bus nomor 45  untuk mendukung mobilitasnya dalam beraktivitas. Tidak ada yang aneh saat itu, sampai akhirnya ia tertidur di dalam bus tersebut dan tidak lama kemudian bus tersebut meledak. 
 
Seakan dapat mengulangi waktu, setelah bus tersebut meledak,  Li Shi Qing yang seharusnya meninggal malah kembali terbangun dari tidurnya di bangku bus yang sama dengan situasi yang persis sama beberapa saat sebelum bus tersebut meledak. Dan sialnya, tak berapa lama kemudian, bus tersebut kembali meledak dan Li Shi Qing kembali terbanun di bangku yang sama. Ia kemudian menyadari bahwa ia terjebak dalam pengulangan waktu dimana dia akan kembali terbangun di bangku bus yang sama dengan situasi yang sama setiap kali ia meninggal karena meledaknya bus tersebut. 
 
Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berusaha keluar dari bus tersebut dan menyelamatkan dirinya. Namun sialnya, keluar dari bus bukanlah sebuah solusi bagi Shi Qing untuk keluar dari lingkaran waktu. Karena ia harus menyelamatkan semua penumpang agar ia dapat keluar dari lingkaran waktu. Bersama dengan Xiao He Yun, seorang pria yang duduk di sebelahnya yang juga terjebak dalam lingkaran waktu, mereka kemudian berusaha untuk memecahkan misteri dan mencari solusi terbaik untuk dapat menyelamatkan semua penumpang. 

Review Reset (2022)

Meskipun cerita asli dari film ini bukan berasal dari sutradara melainkan diadaptasi dari novel The Beginning karya Qidaojun, namun drama ini terbilang berhasil dalam memvisualisasikan ide dan cerita yang diciptakan oleh Qidaojun.

Bukan tanpa alasan, banyak sekali buku atau novel diliuar sana yang esensi ide ataupun ceritanya jadi hancur ataupun kacau setelah difilmkan karena berbeda 180 derajat dengan ekspektasi  pembaca bukunya. Namun, Reset (2022) nampaknya memberikan sajian 15 episode yang rapi, padat, jelas dan mungkin melebihi ekspektasi.

 

 
Cerita tentu menjadi nilai jual utama dari film ini. Mengangkat kisah fiksi yang sudah populer di China sebelumnya terbukti menghadirkan sambutan antusias penonton yang begitu besar. Dari segi cerita, secara konsep umumnya sendiri memang terbilang brilian. Meskipun, sebenarnya ide "pengulangan waktu" setelah terjadi sebuah kecelakaan bukanlah hal baru karena beberapa film hollywood dan tentunya Korea telah mengambil tema yang sama. 

Namun, untuk saya, elemen paling menarik dari ceritanya bukan tentang pengulangan waktunya namun lebih kepada 'investigasi' dan cerita pengenalan karakter masing-masing penumpang yang dielaborasi satu per satu di setiap episodenya. Kolaborasi cerita Sci-fi tentang time loop dan investigasi yang seru kemudian memberikan sensasi suspense tersendiri bagi penonton. 

Terlepas dari sisi cerita, faktor lainnya seperti peran dari aktris/karakter, visualisasi, jumlah episode yang hanya 15  pun semakin mendukung kualitas dari drama ini. Iya, darama ini 'semenarik itu' menurut saya, dan drama ini mungkin tak akan menjadi semenarik itu jika tidak didukung faktor-faktor lainnya, seperti contoh: visualisasinya terlalu jadul mungkin, episodenya terlalu banyak mungkin, pemerannya kurang dapat berperan dan lain sebagainya. Namun ternyata segala aspek dari drama ini sangat mengesankan!

Salah satu hal yang saya sadari juga tentang pemeran dari drama ini adalah eksistensi aktor senior bernama Liu Yi Jun. Rasa-rasanya, setiap kali dia jadi polisi atau penjahat di drama bergenre crime/mystery, drama tersebut kemungkinan bagus dab layak tonton. Selain Reset, katakan saja Crime Crackdown (2021), Kidnapping Game (2020), atau Hunting (2020). Karakter yang dimainkan selalu terlihat berkelas entah sebagai polisi jahat atau orang kaya yang bisa menjadi dalang dari tindakan kriminal. 

Terakhir, endingnya sangat memuaskan dan indah menurut saya. Salah satu tantangan terberat dari 'drama yang keliatannya bagus' adalah ending. Biasanya bagus diawal, bagus di tengah, jelek/agak maksa diending. Begitupun seterusnya. Ketika saya menonton 75% dari drama ini, saya mencurigai drama ini memiliki ending tidak terlalu baik namun jika itu benar terjadi bisa saya maafkan karena saya merasa sangay puas dengan 3/4 alur ceritanya. Namu ternyata saya salah. Ending dari drama ini terasa cukup brilian dan emosional. 

Emosional memberikan rasa indah ataupun cantik pada endign dari film ini. Dan 'brilian' yang saya maksud disini hadir ketika drama ini dengan sengaja 'melewatkan' penjelasan tentang alasan mengapa time loop itu bisa terjadi. Buat beberapa orang itu mungkin agak sedikit menggantung, namun untuk saya itu brilian karena main aman. Karena bisa jadi, alasan yang tidak matang dibalik mengapa time loop itu terjadi menjadi elemen yang menjadikan cerita ini agak terkesan maksa. Namun sampai dengan ending, drama 15 episode ini benar-benar berkesa bagi saya.